Oleh-oleh Workshop Bimtek Dosen Kesehatan 2019

Sekedar berbagi sekelumit informasi yang dapat saya ringkas dari pemaparan para narasumber yang begitu luar biasa dalam Bimtek Dosen Bidang Kesehatan Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Ristekdikti pada 12-15 Maret yang lalu di Yogyakarta. Semoga menjadi pemacu semangat dan motivasi bagi akademisi, klinisi, dan scientist untuk terus berinovasi dan berkarya dalam era revolusi industri 4.0



At least, there are six summaries from workshop "toward cancer based on precision medicine" lastweek:

1. “Precision medicine is an emerging approach involving multiple research centers, aims to understand people's individual variations in genes, environment, and lifestyle that can help determine the best approach to prevent and treat disease”.

Jadi, dalam pengembangan dan aplikasi precision medicine melibatkan berbagai bidang keilmuan, termasuk pathologist, oncologist, radiologist, biologist, bioinformatician, geneticist, dan biostatistician. Paradigma yang berkembang menitikberatkan pada "personalised medicine" dengan sudut pandang bahwa setiap orang memiliki karakter/profil genetik yang spesifik dan bervariasi satu sama lain, sehingga informasi varian gen tersebut menjadi dasar untuk memprediksi respon terhadap suatu terapi. Profil perubahan genomik tumor membantu dokter mendiagnosis subtipe kanker pasien secara lebih akurat, memprediksi perilakunya, dan membantu menentukan treatment yang tepat sasaran.

Figure. A New Paradigm in Cancer Treatment

2. “Precision medicine based on genome profile, so need specific biomarkers as an indicator of normal biological processes”.

Saat ini telah diidentifikasi biomarker utk beberapa kasus kanker dan beberapa telah menunjukkan manfaat besar dalam aplikasi precision medicine. Contohnya, identifikasi mutasi biomarker KRAS dapat memberikan informasi yang sangat penting mengenai respon terapi anti-EGFR pada pasien kanker kolorektal.

3. “micro-RNA or non-coding RNA as the key in the regulation of biological activities-physiological and pathological”.

Genom manusia mengandung 98% ncRNA, sedangkan sisanya hanya sekitar 2% mengandung coding RNA. Krn perannya dalam berbagai signalling pathway di dalam sel, maka miRNA menjadi salah satu kunci dalam pengembangan manajemen kanker maupun penyakit lainnya.


Figure. microRNA Molecular Pathway

4. “New paradigm in precision medicine is targeting immune cells therapy or immunotheraphy”.

Pada tahun 2018, telah berhasil dikembangkan suatu imunoterapi anti-PD1/PDL1 dengan target stimulasi respon sel limfosit CD8 pd kasus kanker kolorektal. Selain itu, peran miRNA juga sangat strategis dalam regulasi & aktivasi respon imun

 

5. “Molecular testing play an important role to answers diagnostic question, so it can be use for the early detection/molecular diagnostic and also to manage/treat diseases”.

Salah satu mekanisme biologis yang terlibat dalam perkembangan sel kanker adalah mekanisme DNA repair atau reparasi DNA. Gangguan pada mekanisme tersebut berakibat pada akumulasi mutasi DNA yang mengarahkan pada kanker. Misalnya analisis ekspresi dari suatu tumor suppressor gene. Teknik biologi molekuler yang berkembang saat ini memungkinkan untuk dilakukan identifikasi dan analisis terhadap mutasi atau kelainan gen yang terlibat dalam mekanisme biologis, contohnya analisis mutasi pada gen BRCA (salah satu tumor suppressor gene) dapat memberikan profil genetik terkait ca mammae.

Figure. DNA repair mechanisms maintains genomic stability

6. “The development of molecular diagnostic give more challenge for genomic profiling”.

Saat ini telah berkembang berbagai aplikasi dari teknik biologi molekuler, mulai dr PCR konvensional, Real-Time PCR hingga next generation sequencing (NGS) dengan berbagai keunggulan sehingga memungkinkan untuk mendapatkan data terkait variasi sekuens (SNP, mutasi) dan lain-lain.


So, to do precision medicine, we should never work alone, but we must build networks amongs clinicians, pathologists, and molecular biologists. We could find the right friends and the right funds.

Thank you very much for all experts from Nottingham University, UGM, UI, Stem cell and Cancer Institute.


 

Video Profil

E-Campus

E-Paper Mail Unib E-Learning Unib Blog Portal Akademik Unib Forum

Info UNIB

Dirjen Belmawa Imbau UNIB Tingkatkan Output dan Outcome

DIREKTUR Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Keme [...]

Optimis, Peringkat Webometrics UNIB Akan Lebih Baik

LEMBAGA Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) UNIB m [...]

UNIB dan BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU

REKTOR UNIB Dr. Ridwan Nurazi, SE, M.Sc dan Kepala Cabang Kantor BPJS [...]

Kuliah Umum Ekowisata Bahari, Prodi Kelautan UNIB Undang Dosen IPB

PROGRAM Studi S1 Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian UNIB menggelar kulia [...]

Pengunjung

Pranala Luar

Dikti

Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)